Let's Read and Have Fun, Kiddo!



"Buku adalah jendela dunia."

Istilah yang sudah sangat akrab bagi kita dari jaman dulu ini memang tidak lekang oleh waktu.
Selain buku fisik, di era digital ini makin banyak media lain yang bisa menjadi alternatif bacaan.
Buku yang bisa dibaca secara online seperti e-book atau berbasis aplikasi sudah sangat memanjakan kita, apalagi banyak yang bisa diakses secara gratis. 

Jujur saja, aku bukan seorang kutu buku atau pelahap buku yang rutin membaca.
Menyelesaikan 1 judul buku dalam beberapa hari atau hitungan minggu saja belum tentu bisa karena kesibukan.
Namun, setelah aku tahu aku dalam kondisi hamil dan segera menjadi Ibu pada tahun 2015 silam, aku bertekad kalau anakku nanti harus suka membaca buku.
Dan sejak itu, aku bertekad untuk mengumpulkan buku-buku anak semampuku untuknya nanti dia baca ketika besar.
Hingga kini anakku sudah memasuki usia 4 tahun, aku pun baru sadar ternyata koleksi buku miliknya sudah cukup banyak.

Memang sudah kodratnya ya, layaknya Ibu-ibu lain, aku tuh cukup rajin cari promo tentang diskon buku, datang ke berbagai bazaar buku, bahkan ikut giveaway atau kuis yang berhadiah buku hehe...
Entah kenapa, jejeran buku anak dengan visual ilustrasi menggemaskan dan kombinasi warna-warninya yang menarik, selalu mampu meluluhkan hati.
Eits, tapi pastinya aku sesuaikan dengan isi dompet ya harga-harga buku yang kubeli.
Secara pribadi, aku lebih senang membelikan buku daripada mainan karena lebih longlasting terpakainya.
Dari membelikan buku monochromatic alias hitam putih untuk si kecil yang masih belum menangkap warna, sensory book yang bermanfaat untuk merangsang indra anak, hingga buku kain yang aman "dikunyah" saat si kecil berada di fase oral.
Walau kala itu bahkan dia belum bisa bicara, yang penting si kecil mengenal dulu apa itu buku agar tidak asing nantinya.
Biarkan dia sering melihat, akrab, dan lama-lama terbiasa "membaca" cerita melalui gambarnya.

Fathi dan softbook favoritnya yang setiap hari wajib dicuci ^^

Sensory book yang bisa bikin Fathi anteng membaca berlama-lama.

Seiring berjalannya waktu, aku amat bersyukur ternyata anakku memiliki minat baca yang cukup baik karena kebiasaan kecil itu.
Yah sejujurnya aku juga bukan tipikal orang tua yang melarang anakku menggunakan gadget.
Anakku juga kerap menonton video di Youtube kok.
Tapi setidaknya aku berusaha agar anakku bisa seimbang dalam kegiatannya belajar dengan membaca dan aktivitas lainnya, bermain, dan menggunakan gadget.

Nah, aku punya beberapa tips dan trik nih untuk para orang tua yang juga ingin anaknya memiliki minat baca. Silakan dicoba ya :)


Kenalkan Budaya Membaca Dari Kecil
Nah ini flashcard yang sering Fathi dan Ibu mainkan bersama. Seru lho!
Langkah awal untuk bikin anak jatuh cinta sama buku ya dengan memperkenalkannya, bukan? Selain dengan buku khusus untuk baby seperti softbook atau buku kainaku juga sesering mungkin mengajak si kecil bermain dengan flashcard. Apa itu flashcardFlashcard atau kartu baca adalah sekumpulan kartu bergambar yang di dilengkapi kata-kata dan informasi yang diperlihatkan secara cepat 1-2 detik tiap kartunya (makanya diberi nama flash). Bisa dibilang flashcard ini merupakan 'bentuk bacaan' yang berupa kartu. Ada juga flashcard yang dijilid dan menyerupai buku. Dulu anakku happy banget setiap kuajak bermain dan belajar pakai metode ini lho. Penjelasan detail mengenai flashcard bisa di-googling sendiri ya hehe..


Ajak Anak Membaca Bersama
Tidak melulu hanya menjelang jam tidurnya di malam hari, tapi setiap ada waktu luang aku usahakan ajak si kecil membaca bersama. Kadang aku membaca buku atau novel milikku, dan si kecil dengan buku anak-anaknya. Namun, tidak jarang pula aku ikut membaca buku cerita anak. Karena memang menarik sih dan aku suka hehe.. Karena aku kebetulan juga tinggal serumah dengan kakak dan keluarganya, kebiasaan membaca anakku ini juga menular ke sepupunya. Jadinya mereka sering membaca bersama. Menggemaskan banget kalau melihat anak-anak kecil ini asyik dengan bukunya.



Biarkan Anak Memilih Bukunya Sendiri
Ketika membaca buku bersama, aku selalu membebaskannya mengambil dan memilih buku sendiri. Aku sering memintanya untuk bergantian membacakan buku untukku. Biarkan dia berimajinasi dan minta dia menceritakan buku itu sesuai keinginannya. Hal ini efektif lho untuk menambah kosakatanya dan juga menumbuhkan kepercayaan dirinya. Usahakan kita banyak bertanya tentang isi buku, agar melatih kemampuan si kecil berpikir logis dan berkomunikasi dua arah. 

Perkenalkan Buku Edukasi untuk Anak
Koleksilah buku yang isinya sarat edukasi seperti ensiklopedia, dengan teknik narasi yang mudah dimengerti dan sesuai usianya. Karena anakku belum bisa membaca sendiri, jadi aku pilihkan buku yang lebih banyak gambarnya. Dampingilah kalau perlu, sehingga jika ada kata-kata atau informasi yang "berat", langsung bisa kita bantu dengan penjelasan yang lebih sederhana dan lebih bisa dimengerti.

Ensiklopedia yang sarat ilmu wajib punya!

Tidak lupa setelah membaca, sejak si kecil masih batita, aku selalu memintanya mengembalikan buku ke lemari. Dan rutinitas beberes ini masih terbawa sampai kini lho! Jadi kebiasaan baik memang harus dipupuk sedini mungkin dan dibuat menyenangkan.

Selain membaca buku fisik, aku juga tidak lupa mengenalkan teknologi ke anakku. Sesekali aku mengajak anakku membaca e-book atau dongeng digital untuk anak-anak bersama-sama. Nah, apalagi sekarang ada aplikasi Let's Read yang bisa jadi alternatif untuk mengajak anak membaca. Pertama, ini aplikasinya bisa diunduh secara gratis. Lalu, diaksesnya juga ringan jadi nggak bikin handphone jadi lemot. Aplikasinya simpel, clean look, dan user friendly menurutku. Di aplikasi Let's Read tersedia berbagai cerita dari berbagai negara lain juga lho. Asyik kan, kita tidak hanya bisa belajar bahasa asing, namun aplikasi ini juga mengajak kita mengenal budaya atau hal unik dari seluruh dunia. Persis seperti pepatah yang kutulis di awal, bukan? Pastinya di setiap cerita ada pesan moral yang bisa kita tanamkan kepada si kecil..





Pertama kali Fathi kukenalkan dengan aplikasi Let's Read, dia langsung excited. Soalnya ilustrasi di setiap cerita juga bagus-bagus sih dan anak-anak banget. Ceritanya juga tidak terlalu panjang, jadi pembacanya tidak akan merasa bosan. Oh iya, kita juga bisa mengunduh cerita yang kita suka lho. Jadi bisa dibaca secara offline atau ketika tidak ada jaringan internet.. bagus banget kan!!! Ayo coba download aplikasi Let's Read sekarang juga. Dijamin nggak cuma anak-anak, para orang tua yang suka baca cerita anak pasti ketagihan baca lewat aplikasi ini juga, seperti aku ;).

Ini sedikit preview mengenai aplikasinya ya.. Silakan disimak.


Pastikan membaca itu menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat untuk keseharian kita sekeluarga.
Semangat membaca ya..

Cheers,
Ibu Fathi

Komentar

  1. Aaahh kere nnn.. membaca emang harus dikenalkan sejak kecil ya.. sekarang ada lets read jadi lebih mudah..

    BalasHapus
  2. Setujuuuu banget mbak Diane. Udah coba install kah aplikasinya? ;)

    BalasHapus
  3. Pakai Let's Read asyik, ya. Berulangkali aku gagal bikin anak suka sama buku yang kubeli. Ada yang isinya ternyata terlalu berat, pemilihan font-nya nggak nyaman di mata, atau isi ceritanya bukan yang mereka suka. Pakai Let's Read tinggal pilih aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget Mbak, anak bisa milih sendiri cerita yang dia mau di Let's Read ^^ Free pulaaaa.. bahagia ya jadi Ibu millenial hehe

      Hapus
  4. Aah keren banget sih...
    Cuss ah download app Lets read 😊

    BalasHapus
  5. Keren banget. Baru tau ada aplikasinya kayak gini. Aku share sama iparku ah buat ponakan belajar juga. Makasih udah share ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya menolong banget ya Mbak aplikasinya. Hal baik memang harus di-share ke banyak orang ^^

      Hapus
  6. Wah senang nya adek fatih sudah diajarkan membaca buku dari sejak kecil. Apalagi sekarang ada yang versi modern ya, bentuk apps gitu. Baru tau aku. Cobaa ahhh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi alhamdulillah hasil cekokan buku dari kecil efektif buat Fathi ^^ Ayooo baca cerita di aplikasi Let's Read juga..

      Hapus
  7. Keren banget sudah dikenalkan buku sejak dini yaa..kalau besar nanti jadi pelahap buku...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makasih Mbak do'anya. Itu pun harapanku, biar wawasannya luas :)

      Hapus

Posting Komentar